Ada 'asma' dalam kata 'asmara'. Tak heran sesak nafas rasanya kalau punya masalah seputar percintaan dan kehidupan. Miund hadir untuk berbagi cerita dan menjawab pertanyaan Anda tentang segala hal yang berhubungan dengan hati, dengan ringan dan penuh canda. Yuk ngobrol santai soal asmara dengan Miund sekarang!

Lelaki, Perempuan dan Rahasia

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘rahasia’?  Definisi umum yang saya tahu adalah: sebuah informasi yang tak bisa kita bagi dengan orang lain, siapa pun orangnya, apa pun alasannya, bagaimana pun situasinya kecuali mendapat restu dari si pemberi informasi.

 

Akhir-akhir ini, saya merasa kata ‘rahasia’ ini sering dipakai seenaknya.  Terutama oleh kita kaum perempuan.  Mengapa?  Coba cek, pernah nggak Anda terjebak situasi seperti ini:

 

Teman:  “Eh gue mau cerita, tapi janji dulu lo jangan cerita siapa-siapa ya.  Rahasia nih.”

Anda:  “Janji.  Apa ceritanya?”

 

Lalu teman Anda berbagi rahasianya dengan Anda dan tak sampai sepersekian detik setelah dia pergi, Anda lalu merasa ‘gatal’ untuk membagi informasi yang baru Anda terima dengan teman lainnya.  Anda mengangkat telepon dan menghubungi teman Anda lainnya:

 

Anda:  “Halo?  Eh tau nggak… tapi jangan bilang siapa-siapa ya.  Janji dulu.”

Teman lain:  “Iya janji.  Ada apa?”

Anda:  “Jadi ya tadi si A cerita kalau…”

 

Bocor sudah rahasia yang dipercayakan kepada Anda.  Salahkah Anda?  Ya, tentu saja salah karena teman Anda sudah mempercayai Anda memegang rahasianya, tapi lihat yang Anda lakukan.  Siapa yang bisa menjamin bahwa teman Anda yang lain itu akan menjaga rahasia yang Anda percayakan baik-baik?  Di sinilah mulainya gosip.

 

Silakan mengerenyit, mulut mecucu dan mulai sinis: “Ih nyimpen rahasia aja gak bisa! Teman macam apa?”

 

Tapi tunggu dulu… apa kabar si pemberi rahasia? 

 

Jadi ya ternyata, pandangan saya selama ini soal pegang-memegang rahasia dihancurkan luluh lantak oleh para peberi rahasia itu sendiri karena ternyata beberapa orang memang gak bisa cuma curhat ke satu orang saja tapi perlu sedunia untuk tau.  Anehnya, sedunia ini masing-masing juga disumpah-sumpah untuk menjaga rahasianya itu. 

 

Ada yang merasa pernah atau sedang begini?  Ha!

 

Pembelaannya barangkali bisa seperti ini: “Lah, yang punya rahasia itu gue, ya terserah gue dong mau cerita ke siapa aja?” 

 

Betul, tapi menurut saya sih… memegang rahasia itu adalah amanah yang  dianggap penting oleh sebagian besar orang.  Jika kita ingin rahasia kita dipegang baik-baik dan dihormati, bukankah kita pun harus menghormati para pemegang rahasia ini dengan benar-benar hanya bercerita ke satu orang saja?

 

Perempuan dan lelaki ternyata juga punya cara pandang berbeda soal rahasia.  Sebagian besar lelaki, saat dipercayakan memegang sebuah rahasia, akan bertahan memegangnya tanpa membocorkan ke siapa pun, terutama jika yang memintanya adalah sesama lelaki. 

 

Kedengaran kayak bohong ya?  Tapi itulah kenyataannya.

 

Jadi, kalau ada lelaki yang minta Anda para perempuan untuk memegang rahasia mereka, jagalah baik-baik kepercayaannya.  Memang ada satu dua lelaki yang tak bisa memegang rahasia, tapi kebanyakan bila mereka sudah mempercayakan rahasianya pada Anda, mereka bahkan berharap rahasia itu dibawa sampai mati.  Jika Anda membocorkannya, maka besar kemungkinan kepercayaannya pada Anda akan luntur seketika untuk selama-lamanya.  Seram ya?  Tapi inilah salah satu perbedaan paling nyata antara lelaki dan perempuan.

 

Kalau begitu, tandanya curhat ke teman lelaki itu aman dong nggak akan bocor?

 

Bisa dibilang begitu.  Tapi, ada satu hal yang harus diperhatikan juga: curhat terlalu banyak dan meminta seorang teman lelaki menyimpan rahasia Anda bisa punya 2 efek.  Yang pertama: dia akan menilai Anda dari curhatan Anda, yang kedua: dia takkan menyimak dan lupa pada masalah Anda begitu Anda selesai bercerita.  Tak perlu kesal, karena lagi-lagi itulah lelaki.  Mereka tidak dilengkapi alat penanggap curhat yang mumpuni, seperti perempuan.

 

Lalu berhakkah kita marah saat rahasia kita bocor oleh salah satu teman kita?

 

Berhak dong, ‘kan itu tanda Anda telah dikhianati oleh teman Anda.  Tapi sejauh apa Anda boleh marah?  Well, rasanya level marahnya harus disesuaikan dengan tingkat pentingnya si rahasia ini walau memang untuk Anda pasti penting (otherwise you won’t call it a secret, right?).

 

Dan bagaimana jika Anda adalah orang yang baik sengaja maupun tidak telah membocorkan rahasia teman Anda?  Harus bagaimana jika ia marah?  Tak ada jalan lain selain menerima kenyataan, mengaku salah dan meminta maaf dengan tulus.  Terima segala resikonya, termasuk yang terparah yaitu rusaknya hubungan persahabatan, karena apa yang menurut Anda mungkin kurang penting, bisa jadi amat sangat penting untuk teman Anda sehingga ia menyebutnya rahasia.

 

Satu lagi sebelum saya mengakhiri tulisan ini, jika Anda bekerja di bidang jurnalistik, ada satu pertanyaan klasik yang kerap diajukan ke para nara sumber.  Begini contohnya:

 

“Apa sih rahasia Anda supaya tampil awet muda seperti sekarang ini?”

 

Kalau Anda pernah menanyakan pertanyaan seperti ini, coba pikir lagi deh.  Kalau memang si narsum punya rahasia, apakah dia akan sedemikian mudahnya bercerita pada Anda?  Bukankah semacam oksimoron jika Anda menanyakan pertanyaan ini (yang mana jawabannya sudah jelas akan berbunyi: “Ah nggak ada, biasa aja kok.”)?  Jadi, daripada bertanya soal “rahasia”-nya, bagaimana kalau kalimatnya diubah menjadi:

 

“Bagaimana cara Anda tampil awet muda seperti sekarang ini?”

 

Percayalah, bertahun-tahun di media mengajarkan pada saya bahwa pertanyaan ini jauh lebih efektif daripada bertanya soal ‘rahasia’ si narsum.

 

Cheers!

 

-Miund

share :

Cinta

dengan segala masalahnya

Mari ngobrol bersama Miund: blogger, twitter junkie, stand-up comedienne dan penyiar Motion Radio 97.5 FM Jakarta yang akan mencoba menjawab masalah asmara Anda.

Curhat

Punya pertanyaan seputar masalah asmara. Silakan curahkan hati kamu di sini

Nama No. Telp Gender
Tgl. Lahir
Provinsi - Kota
Provinsi
Pertanyaan