Ada 'asma' dalam kata 'asmara'. Tak heran sesak nafas rasanya kalau punya masalah seputar percintaan dan kehidupan. Miund hadir untuk berbagi cerita dan menjawab pertanyaan Anda tentang segala hal yang berhubungan dengan hati, dengan ringan dan penuh canda. Yuk ngobrol santai soal asmara dengan Miund sekarang!

KW Atau Asli?

Beberapa tahun belakangan ini, kedudukan tas mulai mengejar setara dengan perhiasan karena menjinjing tas berharga jutaan bahkan puluhan hingga ratusan juta rupiah ini menjadi alat jaga gengsi tersendiri buat wanita, khususnya yang hidup di kota-kota besar.  Begitu terobsesinya wanita urban pada tas, sampai timbul istilah “It Bags” atau tas merk ternama yang dipakai para selebriti dunia.  Para wanita urban berlomba-lomba mendapatkan tas incaran mereka.  Istilah lokalnya: “tas branded”.  Berbagai merk mulai dari the ultimate Hermes dengan segala variannya: Kelly, Birkin dan lain-lain, sampai merk yang mengandalkan monogram seperti Louis Vuitton, Gucci semua jadi incaran.  Pokoknya, rata-rata inilah merk yang jika Anda ke mall-mall bergengsi di Jakarta, butiknya berada di lantai dasar. 

Ngincer sih ngincer ya, tapi tahukah Anda berapa harga tas-tas bermerk ini jika membeli di butiknya?  Sumber saya di Louis Vuitton menawarkan sebuah tas yang menurutnya termurah di butik itu, di harga 7,5 juta rupiah.  Di Tod’s, tas wanita ditawarkan mulai 12 jutaan rupiah.  Kurang lebih tergambar lah ya berapa harga tas-tas ini.  Tak heran kalau untuk beberapa merk tertentu, tas-tas ini diburu para kolektornya untuk dijadikan koleksi sekaligus investasi.  Lalu kalau ‘manusia biasa’ ingin pakai tas-tas indah ini, ke mana mereka harus pergi?

Ya beralihlah para pengincar tas bermerk yang belum terlalu mampu ini ke tas KW atau knock-off atau ‘tembakan’ atau… let’s just say it in a simpler language…

…palsu.

Palsu karena penjualnya pun mengklaim tas-tas KW ini sebagai bukan tas asli walau “…ini kulitnya ORI lho.”  Entah apa yang dimaksud dengan ‘kulit ORI’, apakah maksudnya original dari sapi, atau original palsu alias benar-benar palsu?  Tak tahulah.  Yang jelas, begitu hebatnya para pembuat tas-tas KW ini, kadang mata awam seperti mata saya tak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang KW.

Perbedaan mencolok tas-tas KW ini adalah jelas lokasi pembeliannya.  Tas bermerk asli bisa didapatkan di butik resminya langsung, sementara yang KW bisa didapatkan di Mangga Dua atau bahkan Facebook karena banyak seller online shop yang menjual tas-tas KW ini.  Tapi jangan salah… kalau Anda pikir beli tas merk ternama di butiknya ada jaminan kantong belanja, dust bag dan bon pembelian serta sertifikat tanda keaslian, beli di seller penjual tas KW pun bisa dapat.  Kenapa?  Karena mereka pun punya kantong kertas asli, dust bag, dan (ironisnya) sertifikat tanda keaslian.  Soal bon pembelian nampaknya sih susah untuk dipalsukan ya, tapi melihat keadaan beringasnya tas-tas KW sekarang ini kok ya saya nggak kaget kalau seandainya sampai ada bon pembelian yang dipalsukan.

Sampai sini mau urut dada dulu?  Boleh.  Udah?  Lanjut ya.

Di kalangan ibu-ibu kaya yang mampu beli tas asli pun, tas KW tetap jadi primadona.  Hanya jika kita menyebutnya KW, mereka menyebutnya dengan ‘super’ alias KW super atau KW yang mirip 99% dengan aslinya.  Kenapa orang-orang ini tetap memakai barang KW padahal mampu beli yang asli?  Karena ketika sudah punya satu barang asli, punya barang KW pun akan dikira asli –ini kata beberapa orang.  Jangan dikira barang KW super yang mereka punya ini murahan, karena harganya pun bisa mencapai angka jutaan rupiah.

Niat banget, ya.

Dari uraian panjang kali lebar sama dengan luas di atas, saya cuma ingin menyampaikan bahwa saya termasuk orang yang menyerahkan pilihan menggunakan barang KW atau asli di tangan si pengguna.  Wong belinya nggak pakai uang saya kok.  Jadi ya terserah saja.  Tapi satu hal nih, ketika Anda sudah memakai tas-tas asli yang Anda beli dari keringat sendiri dan bersikap anti kepada mereka yang masih mencoba icip-icip gaya hidup mewah dengan tas-tas KW-nya, saya punya permintaan khusus:

Coba cek lemari TV Anda di rumah, apa masih ada DVD bajakan di sana? 

Kalau masih, nggak perlu anti-anti banget lah ya sama yang masih pakai tas KW.  Kenapa?  You’re still enjoying the piracy, sama seperti mereka yang masih menikmati tas ‘tembakan’.  Sama-sama aja kan ya?  Karena logikanya gini: kalau mampu beli tas puluhan juta rupiah, seharusnya sih mampu beli DVD asli atau nonton di bioskop kelas Premiere seminggu sekali.

Kalau belum mampu dan ternyata tas puluhan juta itu hasil mencicil?  Saya punya pertanyaan lagi nih. 

Relakah Anda menyicil berbulan-bulan demi tas idaman?  Hayoooo ngakuuuu :D

*duh kok saya punya feeling pembahasan ini akan berkembang ya.  Tunggu aja tulisan berikutnya!

-Miund

share :

Cinta

dengan segala masalahnya

Mari ngobrol bersama Miund: blogger, twitter junkie, stand-up comedienne dan penyiar Motion Radio 97.5 FM Jakarta yang akan mencoba menjawab masalah asmara Anda.

Curhat

Punya pertanyaan seputar masalah asmara. Silakan curahkan hati kamu di sini

Nama No. Telp Gender
Tgl. Lahir
Provinsi - Kota
Provinsi
Pertanyaan