Minggu, 26 Maret 2017

Kolom

Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi

Bergabung sejak
:
24 Feb 2016
Artikel
:
12
Dibaca
:
48,507

Pernah menjadi tukang ojek, penjual beras, hingga peternak domba. Kini Bupati di Purwakarta, Jawa Barat.

KOLOM DEDI MULYADI

  • Asing terhadap Diri Sendiri
    Selasa, 24 Januari 2017 | 14:36 WIB
    Mengenali Indonesia dengan berbagai ragam khazanah budayanya adalah hal penting untuk mewujudkan sebuah keutuhan masa lalu, masa kini dan masa depan.
  • Wajah Indonesia di Pilkada Jakarta
    Senin, 5 Desember 2016 | 16:39 WIB
    Dari gairah Pilkada Jakartalah kedua gelombang arus besar ini seolah dibangunkan.
  • Akhlak Pemimpin dan Demokrasi
    Senin, 28 November 2016 | 10:10 WIB
    Adalah sebuah ironi apabila kita mencintai Tuhan tetapi melakukan perusakan atas nama ekonomi, politik, kekuasaan, bahkan atas nama Tuhan itu sendiri.
  • Pilkada Janganlah Membelah Indonesia
    Senin, 21 November 2016 | 07:20 WIB
    Terlalu mahal kita menggelar perhelatan pilkada di ibu kota, bila tidak memberikan pelajaran istimewa bagi rakyat Indonesia.
  • Indonesia Bukan Hanya Jakarta
    Senin, 14 November 2016 | 08:48 WIB
    Untuk apa kita bermusuhan, berkelahi, bercakar-cakaran, hanya karena ingin punya gubernur yang sesuai harapannya di Jakarta.
  • Tangis Pak Subarna di Tengah Euphoria
    Senin, 17 Oktober 2016 | 16:59 WIB
    Lelaki tua itu bernama Subarna. Menghabiskan hari dalam lirih pekerjaan tak bermakna dari sudut mata kaum gedongan.
  • Diantar, Dituntun, Dipikul, atau Digusur
    Kamis, 29 September 2016 | 12:30 WIB
    Ketika masyarakat enggan digiring, dituntun, dan dipanggul, maka pemimpin sering kali terpaksa menggusur.
  • Toleransi di Balik Lumpur
    Senin, 13 Juni 2016 | 18:00 WIB
    Lelaki tua itu tetap berpuasa dalam terik matahari dan guyuran keringat yang membasahi sekujur tubuhnya.
  • Tafakur di Dayeuh Luhur
    Selasa, 7 Juni 2016 | 08:23 WIB
    Pikiranku terus berkecamuk, menghiasi renunganku hari ini seraya bertanya, kemuliaan itu milik siapa?
  • Kesendirian Bah Kadim dan Ki Ahmad di Belantara Digital
    Kamis, 7 April 2016 | 17:15 WIB
    Betapa malangnya Bah Kadim dan Ki Ahmad, hidup tercerabut dari akar kekerabatan di era cyber dan digital.
  • Menyepi Saat Gerhana Matahari
    Rabu, 9 Maret 2016 | 16:00 WIB
    Hasrat pemenuhan kebutuhan manusia untuk memenuhi kepuasan ragawi telah melahirkan watak eksploitasi
  • Hegemoni Intoleransi di Tanah Toleran
    Rabu, 24 Februari 2016 | 06:59 WIB
    Sifat terbuka dari masyarakat Sunda inipun pada akhirnya melahirkan sistem kehidupan yang berbasiskan nilai silih asah, silih asih, silih asuh